BEKASI, 26 Agustus 2026 – Konten kreator Vilmei mengaku mengalami kerugian sekitar Rp1,28 miliar setelah dana pendapatan akun TikTok miliknya diduga digelapkan oleh seorang karyawan. Kasus tersebut kini dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota dan masih dalam proses pemeriksaan.
Vilmei Kaget Saldo Rekening Tinggal Rp1 Juta
Vilmei mengungkapkan kasus tersebut bermula ketika dirinya hendak membayar makanan. Saat memeriksa saldo rekening pribadi melalui ATM, ia terkejut karena uang yang tersisa hanya sekitar Rp1 juta.
Menurut Vilmei, dana yang hilang merupakan pendapatan dari akun TikTok miliknya yang selama kurang lebih tujuh tahun tidak pernah ditarik maupun digunakan.
Kecurigaan muncul setelah ia mengetahui saldo rekening berkurang dalam jumlah besar tanpa sepengetahuannya. Bersama keluarga, Vilmei kemudian melakukan penelusuran terhadap mutasi rekening dan berbagai aktivitas transaksi.
Hasil penelusuran tersebut menunjukkan adanya transaksi yang diduga dilakukan secara bertahap selama sekitar satu tahun.
“Saat aku mau bayar makan, aku cek saldo di ATM aku. Aku syok, karena uangnya tinggal tersisa Rp1 juta,” ujar Vilmei dalam video yang diunggah melalui akun TikTok pribadinya.
Dana Diduga Dialirkan ke Sejumlah Akun TikTok
Setelah menemukan adanya transaksi mencurigakan, Vilmei mengumpulkan sejumlah karyawan yang memiliki akses terhadap ponsel operasional dan akun terkait.
Tidak ada karyawan yang langsung mengakui dugaan pengambilan dana tersebut. Namun, setelah dilakukan pendalaman, muncul dugaan keterlibatan seorang staf perempuan berinisial Z.
Vilmei kemudian menyebut jumlah kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp1,28 miliar.
“Aku sedih sekaligus pusing. Salah satu karyawan aku bernama Zahra mengambil uang aku Rp1,28 miliar,” kata Vilmei.
Berdasarkan pengakuan Z kepada Vilmei, dana tersebut diduga dikirim ke sejumlah akun TikTok milik orang lain sebelum akhirnya ditarik.
Z menyebut terdapat hampir 12 akun yang digunakan sebagai perantara. Para pemilik akun tersebut disebut memperoleh komisi dari transaksi yang dilakukan.
“Uang tersebut aku kirim ke sejumlah akun TikTok punya teman-teman saya, termasuk pacar saya. Jumlahnya itu hampir 12 akun,” ujar Z.
Staf Perempuan Mengaku Mendapat Ancaman
Dalam keterangannya kepada Vilmei, Z juga mengungkap alasan dirinya melakukan tindakan tersebut. Ia mengaku mendapat ancaman dari kekasihnya.
Menurut Z, kekasihnya mengancam akan menyebarkan video hubungan intim kepada orang tua dan teman-temannya. Z mengatakan dirinya tidak mengetahui bahwa aktivitas tersebut direkam.
“Dia mengancam akan menyebarkan video hubungan intim ke orang tua dan teman-teman saya. Jujur aku enggak tahu kalau divideokan,” katanya.
Z juga menyebut penarikan dana dilakukan bersama kekasihnya yang disebut bernama Arka setelah uang masuk ke sejumlah akun perantara.
Namun, seluruh keterangan tersebut masih merupakan pengakuan sepihak. Kebenaran mengenai dugaan ancaman, aliran dana, serta keterlibatan pihak lain masih harus dibuktikan melalui proses hukum.
Vilmei Laporkan Kasus ke Polisi
Atas dugaan penggelapan tersebut, Vilmei telah melaporkan kasus itu ke Polres Metro Bekasi Kota. Laporan tersebut kini masih dalam tahap pemeriksaan oleh kepolisian.
Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota AKP Suparyoni membenarkan bahwa laporan yang disampaikan Vilmei masih diproses.
“Masih dalam proses,” ujar Suparyoni.
Polisi selanjutnya akan melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk memastikan kronologi, jumlah kerugian, aliran dana, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Dengan demikian, dugaan penggelapan Rp1,28 miliar terhadap Vilmei belum dapat disimpulkan sebagai tindak pidana yang dilakukan oleh pihak tertentu sebelum proses penyelidikan dan pembuktian hukum selesai.
Kasus Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan Polisi
Kasus ini bermula dari temuan saldo rekening yang hanya tersisa sekitar Rp1 juta, sebelum Vilmei bersama keluarganya menelusuri transaksi yang terjadi selama sekitar satu tahun.
Dari penelusuran internal tersebut muncul dugaan adanya pengambilan dana secara bertahap. Vilmei kemudian membawa persoalan itu ke aparat penegak hukum agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, dugaan keterlibatan sejumlah akun TikTok sebagai perantara serta pengakuan mengenai ancaman dari kekasih Z masih membutuhkan pendalaman aparat.
Polisi diharapkan dapat mengungkap secara utuh mekanisme transaksi, pihak yang menerima dana, serta jumlah kerugian yang sebenarnya berdasarkan bukti dan hasil penyidikan.
Penulis : Amanda
| Penulis | : Putri Amanda |
| Diterbitkan | : 26 Agustus 2026 | 17:34 WIB |
| Penerbit | : PT Danakirti Media News |
PULBAKET : Portal Berita Terkini, Dipercaya dan Kredibel




